Contact Us : 021-662 7567 or Email Us : beli@multipro.co.id
     Office Hour : 08.30 - 17.00 (Monday - Friday)
 
 

Blog / News RSS 2.0

HP ProLiant DL320e Gen8 Server

Berikut review mengenai HP Server DL320e Gen8. Keunggulan server, apa saja yang membuatnya berbeda dan fungsi diberbagai bidang.


IBM System x End User Promo PILIHAN TEPAT 19 April - 30 Juni

IBM System x End User Promo PILIHAN TEPAT, free voucher hingga 1jt rupiah

Schneider Electric - GREEN HEART

Undangan Schneider Electric - GREEN HEART

HP Technology Services | HP Restricted. For HP and Channel Partner internal use only : Reliable and Consistent Support to keep your customers business up and running

HP Foundation Care, the cornerstone TS Support service level has been simplified to make it easier to sell, buy and own. This portfolio of reactive hardware and software support services has been significantly enhanced with the introduction of HP Collaborative Support. As part of new services portfolio, HP Foundation Care offers a simplified and personalized support experience to our customer.
 
This simplification will reduce the complexity in choosing the right level of services to be attached at the point of product sale. The outcome is:

  • Maximize attach: Make it easier to sell and simpler to buy Foundation Care support with hardware, with choices on par with HP’s main competitors
  • Maximize upsell: Align support levels in Foundation Care and Proactive Care
  • Maximize efficiency: Reduce the complexity created by so many service levels, durations and selling motions

What our customers stand to gain is the whole new simplified experience in selecting, buying and receiving the right level of support for their new style of IT.

 

Simple
Offers simplified and standardized support offerings with targeted response times, coverage windows, and length of term options to protect your customer's business from downtime. Foundation Care has consolidated from 15 different support levels to 5.

Connected
HP Foundation Care is bolstered by the embedded automation capabilities of the connected experience - based on a platform that brings together hardware, software, and people through familiar interactions. These tools help personalize the customer experience by providing the help they need, when they need it.

Superior customer satisfaction and customer loyalty

Faster problem resolution – HW & SW diagnosis in one call
Simplified vendor management
Single point of contact for the customer

Margin enhancer

Attach services to every opportunity in order to enhance deal margin
Easier to sell – less complexity, fewer misconfigurations, quicker quoting capabilities
The connected experience allows for deeper knowledge and collaboration to drive higher margin deals
Foundation Care and Proactive Care service levels are more aligned for easier upsell

Key changes

Consolidating from 15 to 5 support level packages
Collaborative Support is now integrated into Foundation Care for x86 products
New SKU’s, new datasheets, new name, but same ServiceOne program

HP Slate6 from HP to You

O/S Android OS, v4.3 (Jelly Bean)
Chipset Marvell PXA1088
CPU Quad-core 1.2 GHz
Size 720 x 1280 pixels, 6.0 inches (~245 ppi pixel density)
SIM Dual SIM, (dual stand-by)
Camera Rear 5MP, Front 2MP

Silahkan pilih Server HP pilihan anda:

HP Microserver Bonus Free Voucher Rp 100.000,-

HP ML10 Gen8 Bonus Free Voucher Rp 100.000,-

HP ML310e Gen8 Bonus Free Voucher Rp 400.000,-

HP ML350e Gen8 Bonus Free Voucher Rp 400.000,-

HP DL160 Gen8 Bonus Free Voucher Rp 400.000,-

HP DL320e Gen8 Bonus Free Voucher Rp 400.000,-

HP DL360e Gen8 Bonus Free Voucher Rp 400.000,-

HP DL380e Gen8 Bonus Free Voucher Rp 400.000,-

HP DL360p Gen8 Bonus Free Voucher Rp 800.000,-

HP DL380p Gen8 Bonus Free Voucher Rp 800.000,-

HP ML350p Gen8 Bonus Free Voucher Rp 800.000,-

Beli 3 product HP Proliant dalam 1 Invoice, maka dapatkan juga HP SLATE6 Android Device untuk 50 pengirim pertama.

Promo UPS APC from MULTIPRO

IBM PILIHAN TEPAT - Promo Free Voucher

Pilih server IBM anda sekarang juga :

IBM Server X3100 M4 IBM Server X3300 M4
IBM Server X3500 M4 IBM Server X3250 M4
IBM Server X3530 M4 IBM Server X3550 M4
IBM Server X3630 M4 IBM Server X3650 M4
IBM Server X3850 X5 IBM Server X3950 X5

ASUS Desktops - Quality You Can Trust

Asus sebagai produsen desktop selalu menjamin barang yang disediakan oleh Asus selalu dalam kualitas terbaik dari pabrik hingga tangan konsumer bahkan menjamin daya tahan produknya sendiri.

 

Banyak tes yang dilakukan sebelum produknya dikirimkan. Mulai dari "Transportations Test" hingga "Daily Usage Test". Untuk lebih jelasnya klik video berikut mengenai Asus Desktop.

 

Babak Baru Intel Atom

CHIP.co.id - Pada tahun 2008 hingga 2011, Intel Atom dikenal sebagai prosesor yang ekonomis, irit daya, dan tertanam pada notebook kecil dengan lebar layar di bawah 14 inci. Semakin ketatnya persaingan di dunia mobile, Intel pun melakukan ekspansi agar dapat masuk ke dunia mobile. Tahun 2012, Intel Atom pun berubah bentuk menjadi sebuah prosesor berbasis system on chip (SoC). Dengan berbasis SoC, Intel Atom pun siap untuk digunakan pada smartphone, tablet, dan perangkat mobile lainnya.

 

Berbeda dengan pendahulunya, Intel Atom pun tidak hanya sebagai CPU yang menjalankan dan memproses instruksi sesuai dengan algoritma dan bahasa pemrograman yang Anda input, kini prosesor tersebut menjadi sebuah chip yang mampu menintegrasikan semua komponen dalam satu perangkat. Seluruh modul hardware yang ada seperti RAM, Wi-Fi, bluetooth, dan GPS, akan dikontrol oleh prosesor tersebut. Chip GPU yang bertugas untuk memproses grafis juga terdapat di dalamnya. Tidak hanya itu, pemrosesan suara pun dilakukan oleh prosesor berbasis SoC.

 

Dengan menggunakan prosesor berbasis SoC, komponen yang digunakan pada suatu perangkat pun menjadi semakin sedikit dan efisien. Alhasil, daya yang dikonsumsi pun menjadi lebih rendah. Untuk perangkat mobile, hal ini sangatlah penting mengingat terbatasnya daya tahan baterai yang digunakan. Jika dibandingkan dengan prosesor konvensional, performa yang dihasilkan oleh prosesor berbasis SoC masih jauh lebih pelan. Namun rendahnya konsumsi daya membuat prosesor berbasis SoC sukses merajai pasar perangkat mobile.

Sebelum Intel Atom, perusahaan semikonduktor seperti Qualcomm dan Mediatek sudah mendominasi pasar smartphone dan tablet. Berbeda dengan Qualcomm dan Mediatek yang menggunakan arsitektur ARM, Intel cukup percaya diri masuk ke dunia mobile dengan mengandalkan arsitektur x86.

 

Arsitektur ini bukanlah arsitektur baru. Pasalnya, arsitektur x86 sebelumnya juga digunakan pada berbagai prosesor Intel. Bahkan, hingga saat ini Intel masih menggunakan arsitektur tersebut untuk prosesor Haswell. Dengan begitu, bisa dikatakan bahwa Intel mencoba mengadaptasi prosesor kelas netbook untuk dapat digunakan pada perangkat mobile. Hal inilah yang membuat persaingan di perangkat mobile semakin menarik.

 

Berbekal arsitektur yang sama dengan prosesor Intel lainnya, beberapa feature yang ada pada prosesor Intel non-SoC juga terdapat pada Intel Atom. Di antaranya adalah Intel Hyper-Threading, Intel Virtualization Technology, Intel SpeedStep, Intel HD Audio Technology, Intel 64, dan Intel Smart Idle Technology. Untuk para pengguna setia prosesor Intel, tentu sudah tidak asing lagi dengan feature tersebut.
 

Lahirnya Arsitektur Silvermont

 

 

Semenjak prosesor Intel Atom pertama kali dirilis pada April 2008, tidak ada perubahan arsitektur hingga tahun 2012. Namun tidak adanya arsitektur baru bukan berarti tidak ada perkembangan. Pasalnya, pada tahun 2011 Intel merilis prosesor Cedar Trail yang sudah menggunakan arsitektur Bonell dengan proses fabrikasi 32 nm atau disebut dengan Saltwell. Sebelumnya, proses fabrikasi pada arsiterktur Bonell masih menggunakan teknologi 45 nm. Memasuki proses fabrikasi 32 nm tersebut, mulai banyak bermunculan smartphone dan tablet yang menggunakan prosesor Intel Atom.

 

Setelah sukses diimplementasikan pada smartphone dan tablet, Intel pun meluncurkan prosesor Intel Atom dengan arsitektur yang baru. Berbeda dengan arsitektur Saltwell yang menggunakan proses fabrikasi 32 nm, arsitektur yang diberi nama Silvermont ini nampak lebih menjanjikan dengan proses fabrikasi 22 nm. Pasalnya, semakin menyusutnya proses fabrikasi, semakin rendah pula daya yang dikonsumsinya. Selain itu, prosesor pun dapat bekerja lebih efisien sehingga panas yang dihasilkan lebih rendah. Orientasinya pun sudah berbeda dengan arsitektur sebelumnya. Jika arsitektur Bonell dan Saltwell dirancang untuk prosesor konvensional dan SoC, Silvermont hanya dikhususkan untuk prosesor berbasis SoC saja.

Agar mampu menghasilkan performa yang kencang, arsitektur yang dirilis pada tahun 2013 ini juga dapat menampung delapan inti prosesor. Namun untuk kelas end consumer, Intel Atom hanya tersedia hingga empat inti prosesor saja.

 

Perubahan yang cukup besar pada Silvermont terdapat bagian GPU. Pasalnya, sebelum arsitektur Silvermont, Intel Atom yang digunakan pada smartphone dan tablet masih menggunakan graphics card yang berbasis PowerVR. Kini, Anda juga dapat merasakan performa Intel HD Graphics dari genggaman.

Tidak berbeda dengan on-die graphics card yang digunakan pada prosesor Ivy Bridge dan Haswell, Silvermont juga menggunakan Intel HD Graphics generasi ketujuh. Feature yang dimiliknya pun sama, mulai dari DirectX 11, OpenGL 4.0, dan OpenCL 1.1. Sedangkan untuk perangkat Android, Intel HD Graphics tersebut juga dibekali dengan sesrtifikasi OpenGL ES 3.0. Hanya saja, bandwidth memori yang dimilikinya lebih kecil dibandingkan dengan on-die graphics card pada prosesor Ivy Bridge dan Haswell.

 
Digunakan pada Notebook dan PC

 

Berkat hadirnya arsitektur Silvermont, prosesor Intel Atom berbasis SoC pun mulai dirancang untuk dapat digunakan pada berbagai macam perangkat. Tidak hanya smartphone dan tablet saja, jajaran prosesor Intel Atom juga hadir untuk notebook dan desktop PC. Sedangkan untuk kelas bisnis, Intel Atom tersedia untuk server dan smartcar. Masing-masing dari segmentasi tersebut memiliki codename yang berbeda-beda.

 

Bay Trail bukanlah satu-satunya prosesor yang menggunakan arsitektur Silvermont. Avoton, Rangeley, dan Merrifield pun menggunakan menggunakan arsitektur yang sama. Avoton merupakan codename yang digunakan untuk prosesor server, sedangkan Merrifield untuk prosesor smartphone. Bay Trail sendiri terbagi menjadi empat kelompok. Bay Trail-I, Bay Trail-M, Bay Trail-T, dan Bay Trail-D. Sufiks “I” untuk prosesor embedded, “M” untuk prosesor notebook dan netbook, “T” untuk tablet, dan “D” untuk desktop.

 

Berbeda dengan lini produk lainnya yang menggunakan nama Atom, Bay Trail-M dan Bay Trail-D justru menggunakan nama marketing Pentium dan Celeron. Dengan begitu, keduanya dapat melengkapi jajaran seri Pentium dan Celeron yang sudah cukup akrab ditelinga para pengguna notebook dan desktop. Pada prosesor Bay Trail, perbedaan mendasar antara seri Pentium dan Celeron terletak pada jumlah inti prosesor yang digunakan. Celeron hanya dipersenjatai dengan dua inti prosesor saja. Sedangkan Pentium memiliki empat inti prosesor.

 
Tidak ada Hyper-Threading

Sejak pertama kali diimplementasikan pada prosesor pentium 4, teknologi Hyper-Threading sudah menjadi feature andalan yang disematkan pada prosesor Intel. Hingga kini pun masih terus dikembangkan dan diimplementasikan pada prosesor Haswell dan Extreme Edition. Bahkan, Intel Atom yang diproduksi dengan menggunakan arsitektur Saltwell pun memiliki feature tersebut.

 

Namun hal tersebut tidak terjadi pada arsitektur Silvermont. Tidak hanya Bay Trail, seluruh prosesor Intel Atom yang menggunakan arsitektur tersebut tidak lagi disematkan feature tersebut. Namun Anda tidak perlu khawatir, agar dapat menghasilkan performa yang optimal, Intel pun mensiasatinya dengan menambah jumlah inti prosesor secara fisik.

 

Sulitnya mengoptimalkan kinerja prosesor yang dilengkapi dengan Hyper-Threading mungkin menjadi salah satu faktor penyebabnya. Pasalnya, hal tersebut sempat terjadi pada prosesor Clover Trail+ yang masih menggunakan arsitektur Saltwell. Berbekal teknologi Hyper-Threading, prosesor dual core tersebut pun dideteksi sebagai prosesor quad core. Bahkan performanya mampu melampaui prosesor yang menggunakan empat inti prosesor secara fisik. Namun tidak semua aplikasi dapat menjalankan dua inti prosesor logical yang dihasilkan dari feature Hyper-Threading. Alhasil, prosesor tersebut hanya menggunakan dua inti prosesor fisik saja.

 

Komputasi 64 Bit
 

Tingginya tingkat kebutuhan komputasi pada perangkat mobile membuat arsitektur SoC dirancang agar dapat menjalankan komputasi 64 bit. Berbeda dengan komputasi 32 bit, 64 bit menawarkan virtual memory address yang lebih lebar. Dengan begitu, aplikasi yang sudah mendukung komputasi 64 bit akan berjalan lebih optimal. Pasalnya, virtual memory address yang lebih lebar membuat SoC 64 bit mampu mendukung penggunaan RAM yang lebih besar.

 

Jika SoC 32 bit hanya mendukung penggunaan RAM hingga kurang dari 4 GB, versi 64 bit dapat mendukung penggunaan RAM hingga 64 GB. Dengan begitu, bukan tidak mungkin kedepannya penggunaan RAM pada perangkat mobile pun akan menyaingi desktop PC dan notebook.

Namun untuk mengimplementasikan RAM di atas 4 GB pada perangkat mobile tidak hanya membutuhkan SoC dan aplikasi 64 bit. Sistem operasi 64 bit pun dibutuhkan untuk menjembatani aplikasi, driver, dan hardware yang digunakan.

 

Jika sistem operasi yang digunakan masih berbasis 32 bit, seluruh komponen pun akan bekerja dengan komputasi 32 bit. Dengan kata lain, banyak hal yang perlu diperhatikan agar komputasi 64 bit dapat berjalan dengan optimal pada perangkat mobile.

Dari sisi hardware, era SoC 64 bit tidak lama lagi akan menjamur di pasaran. Namun dari sisi software, para developer masih harus menyempurnakan bahasa pemrograman yang digunakan untuk membuat aplikasi. Pasalnya, meskipun software berbasis 32 bit tetap kompatibel dengan 64 bit, penyempurnaan source code diperlukan untuk mengoptimalkan penggunaan hardware berbasis 64 bit.

 

Meski merupakan salah satu prosesor yang berbasis 64 bit, pada saat Intel Bay Trail dirilis belum ada sistem operasi 64-bit yang mendukung kehadirannya. Pasalnya, versi 64 bit Windows 8.1 untuk SoC dan Android belum tersedia. Itu berarti prosesor Bay Trail sementara waktu harus menggunakan sistem operasi 32 bit. Bertambahnya kapasitas RAM pada suatu perangkat juga berdampak pada kemampuan multitasking. Dengan RAM yang lebih besar, performa multitasking yang dimilikinya pun lebih baik. Pasalnya, Anda dapat membuka lebih banyak aplikasi secara bersamaan.

 
Hasil Benchmark

 

Untuk mengukur performa yang dihasilkan oleh prosesor Intel Bay Trail yang berbasis SoC, CHIP menggunakan notebook Toshiba Satellite NB10T-A yang ditenagai oleh prosesor dual-core Intel Celeron N2810 berbasis Bay Trail-M yang beroperasi pada kecepatan 2,0 GHz. Selain itu, notebook Dell Inspiron 11 3000 Series juga digunakan untuk membandingkan performa Bay-Trail M dengan Haswell. Notebook tersebut dibekali dengan prosesor dual-core Intel Celeron 2955U yang berjalan pada frekuensi 1,4 GHz.
 
Kesimpulan

Dari hasil benchmark yang CHIP lakukan, performa yang ditawarkan oleh prosesor Intel Celeron N2810 masih belum dapat menandingi Intel Celeron 2955U. Untuk kemampuan komputasi, hal tersebut terlihat dari beberapa software yang digunakan seperti Cinebench, PCMark 8, Winrar, Media Espresso 6.5, dan Wprime. Tidak hanya dari sisi komputasi, kemampuan memproses grafis yang dihasilkan juga masih di bawah Intel Celeron 2955U.

Meski sama-sama menggunakan Intel HD graphics generasi ketujuh, spesifikasi yang sedikit lebih rendah membuat prosesor Intel Celeron N2810 belum dapat menyaingi on-die graphics card yang terdapat pada Intel Celeron 2955U. Pasalnya, skor yang diperoleh prosesor ini pada 3DMark 11, 3DMark Cloud Gate, dan Unigine Heaven 4.0, masih tertinggal cukup jauh.

Jika dibandingkan dengan Haswell, performa prosesor Bay Trail yang berbasis SoC tidak sebanding. Namun jika dibandingkan dengan generasi sebelumnya, jajaran prosesor Bay Trail dapat menampilkan performa yang lebih baik dengan konsumsi daya yang lebih irit berkat arsitektur Silvermont.

 

Pasalnya, dengan arsitektur tersebut, prosesor pun dapat diproduksi dengan menggunakan teknologi 22 nm. Dari performa yang dihasilkan, prosesor tersebut belum mampu digunakan untuk memainkan game yang membutuhkan kinerja grafis yang tinggi. Meski begitu, untuk kebutuhan sehari-hari seperti mengetik, mendengarkan musik, mengedit foto, dan browsing, performanya masih dapat diandalkan.




HP StoreEasy Overview ChalkTalk

HP StoreEasy is file and application storage based on Windows Storage Server 2012. In this HP Storage ChalkTalk, HPStorageGuy Calvin Zito gives an overview of StoreEasy portfolio.

 

 

Benefit :

- Optimized

- Efficient

- Secure

- Highly Available

Use Cases :

- Heterogeneous File Sharing

- Applications over 5 MB

- Remote Office - Branch Office

- Home Directory Consolidation


 

  1   2   3   4   5   next >>